Choose your boat, departure every Monday, Thursday and Friday.
from Rp. 4.250.000
max 10 person
from Rp. 4.750.000
max 16 person
from Rp. 5.000.000
max 18 person
from Rp. 6.000.000
max 14 person
from Rp. 4.800.000
max 20 person
from Rp. 4.450.000
max 24-33 person
from Rp. 3.300.000
max 14 person
from Rp. 5.450.000
max 18 person
from Rp. 3.000.000
max 20 person
Sailing Komodo, departures on every Tuesday. Wednesday, Thursday, Friday and Saturday.
Waerebo, departure every day.
Departure:
Lombok to Labuan Bajo, every Sunday and Thursday.
Labuan Bajo to Lombok, every Wednesday and Sunday.
Flexible dates. Many options of boats.
Real experiences from travelers who explored Komodo with Eastnesiatrip (Reviews)
Posted on Google DYAH WOROSARI23 June 2026Trustindex verifies that the original source of the review is Google. Puas banged pake eastnesiatrip. Adminnya fast response. Kapalnya pas pilih yang one day trip pake speed boat. Dapat kapal yg bagus, bersih banged, nyaman. Guidenya super duper helpfull, baik, sabar. Nungguin antri poto plus mau motoin. Kru kapal jg baik2 dan sabar semua. Peralatan snorkling jg lengkap dan terlihat terawat banged. Pokoknya gak nyesel deh. Benar3 memuaskan semua. Antar jemput ke hotel jg on time. Good job Eastnesiatrip..sukses selalu ya, pertahankanPosted on Google YULI FITRIANA14 June 2026Trustindex verifies that the original source of the review is Google. Terimakasih banyak banyaaaak eastnesia/eastopia sudah menemani kami 3d2n. Bestttttt bgt rekomen..special buat semua crew yang servisnya bintang 10000000000Posted on Google MUHAMMAD REZA17 October 2025Trustindex verifies that the original source of the review is Google. Labuan Bajo nggak cuma indah, tapi makin sempurna karena travel ini! Dari awal booking sampai pulang, semuanya lancar dan terorganisir. Tour guide-nya (KAKA ALDI UYEEAH) informatif, ramah, dan selalu siap bantu. Sunrise di Pulau Padar, snorkling di Manta Point, sampai sunset di Kalong — semuanya diatur dengan sangat baik. Worth every penny! 🌅🐋💦Posted on Google VINNA ANGELA WULLUR17 October 2025Trustindex verifies that the original source of the review is Google. Suka sekali sm trip ini, super seru dan nyaman sekali selama perjalanan. Guidenya asik, kru kabinnya seru, perjalannya menyenangkaaaanPosted on Google DENESHA PUTRI P. N29 September 2025Trustindex verifies that the original source of the review is Google. sangat sangat sangat gokhilll!! eastnesia terima trip aku yang SUPER DADAKAN bener bener besoknya dan semuanya tetep bisa di arrange dengan sangat baik🫶🏻 semuanya tepat waktu, semuanya sangat sesuai ekspektasi dan guide yang super lucu dan ramah!! dokumentasinya?? nampolll😩🤍 ada dronee + foto juga yg kualitasnya juaraaa🤟🏻🥰 thankyouuu!!Posted on Google AMANDA RYAN28 April 2025Trustindex verifies that the original source of the review is Google. Beautiful experience! We loved it so much! Thanks guysPosted on Google AJIE KURNIA10 April 2025Trustindex verifies that the original source of the review is Google. After a deep research and asking a bunch of travel organizer, I finally can say that I'm glad to choose eastiopia x eastnesiatrip for my long-awaited wishlist trip to Labuan Bajo. Mas Ferdi is fast response. I really thankful that I was traveling together with bang Rikar as our tour guide, he is very detailed and humble. Also, bang Viki who took care documentation patiently alongside bang Rikar. All of the Flores Utama crew, captain, chef are the besttt. I was a solo traveler but I can find some new friends and family from this trip. I didn't face any issues during my 3D2N sailing journey. The foods were all delicious (shout-out to the chef and crew! 👏🏻). The itinerary choices and timings are perfect. After all, actually this was my experience. I don't know with anyone complaining in the review but I just want to remind whoever reading this: "Your luck is also involved in this kind of Open Trip. Whether it's good or bad, it's already the best version our God's prepared for us." It's never too late to forgive the mistakes and focus on the positivity we can get from our own experience. I recommend mas Ferdi, but remember, everything is gonna be based on our luck and our way of seeing things in life. PEACE! ✌🏻 Love 🫰🏻 "Keluargakuuu~" see you next time! 👋🏻Posted on Google AYU WULANDARI4 April 2025Trustindex verifies that the original source of the review is Google. Part 2 - Review by Carolina Ayu posted by me karena keterbatasan space review - Private Trip Sailing Journey of Labuan Bajo 3D2N (1-3 April 2025) ini menggunakan kapal NK Jaya I dengan kapasitas 7 kamar dan 14 orang. Penumpang yang berangkat 11 orang. Kami menginap di Hotel La Prima. Malam sebelumnya, driver wa bahwa kami akan dijemput jam 10 pagi di Hotel Bintang Flores. Tak lama, guide kirim wa kalau kami akan dijemput di Hotel Sudamala. Terlihat sekali tidak ada koordinasi antara Eastnesia dan para vendor ini. Bahkan ketika saya tes Eastnesia, “Tolong sebutkan hotel di mana saya menginap.” Jawabannya, “Hotel Saesta kan ya.” Parah. Atas kekonyolan ini, tanggapan Eastnesia adalah “Maaf Bu. Salah dia (vendor driver dan guide), Bu. Itu kan lokasi tamu yang kemarin. Paling drivernya salah, lupa dibalikin ke data yang baru.” Again, blaming the vendor. Kondisi kamar tidur di kapal: Jendela kotor shg view ke laut dari kamar agak burem. Tuas shower berkerak kotor, jadi agak jijik menyentuhnya (foto terlampir). Ada kecoa di at least 2 kamar. AC di 3 kamar tidak berfungsi, hanya angin yang keluar tapi tidak dingin. Kru kapal sudah diinfokan tapi tidak bisa membetulkan, alhasil beberapa dari kami tidur kepanasan sepanjang malam pertama. Di malam ke-2 jam 22.00, teknisi AC baru didatangkan dengan kapal, namun hasilnya 1 kamar AC sedikit sejuk, while 1 kamar lain awalnya dingin tapi karena freon yang baru diisi bocor -teknisi AC tidak me-las kebocoran tsb- maka dingin tidak bertahan lama. AC di kamar saya, di hari ketiga sudah tidak dingin. Hmm. Kondisi Restoran: Kulkas di resto tidak dingin, jadi jangan harap bisa menyimpan makanan minuman di situ. Karaoke yang dijanjikan ada, ternyata TIDAK TERSEDIA. Salah satu alasan kapal ini saya pilih karena ada jacuzzi. Air laut itu setelah kita snorkling membuat badan terasa lengket, jadi saya pikir kalau mau bilas badan dari air laut dan pasir, bisa dilakukan di jacuzzi sebelum masuk kamar. Hari pertama saya naik kapal, kondisi jacuzzi kotor berpasir (foto terlampir). Saat mau pakai, ternyata air yang dibawa di kapal tidak cukup untuk mengisi, pdhl penggunaan air oleh kami normal, hanya mandi, closet matters, dan cuci tangan. Kalau saya mau, mereka akan gunakan air laut. Hmm, I see. Makanan enak. Sayangnya snack tidak disediakan untuk kapasitas 11 orang. Kepiting yang saya harapkan ada di menu, tidak ada. Jawaban Eastnesia karena saya tidak pesan kepiting maka tidak disediakan. Kaget juga, karena ketika saya cek review Eastnesia di Google, clients mereka menampilkan foto makanan kepiting, maka saya yakin menu ini akan ada tanpa perlu diminta. Namun kekagetan ini berubah menjadi kekesalan ketika menerima info dari salah satu kru kapal, bahwa mereka baru mendapat info kapal akan berangkat di waktu yang sangat mepet sehingga belanja bahan-bahan makanan pun dilakukan dengan terburu-buru. I see. Foto keluarga dan anak-anak kami di-post di Insta Story Eastnesia, TANPA IJIN. Saya sangat menjaga privacy dan keamanan keluarga kami. Baik FB maupun IG saya setting ke Private. Ini malah mereka main posting di IG mereka, di mana yang bisa melihat adalah orang2 yang tidak saya kenal. Setelah saya mengajukan hard komplain, barulah foto-foto itu di-take down. Bener-bener ngga paham etika. Atas komplain-komplain kami, jawaban Eastnesia adalah “Jujur juga baru kali ini kami dapat komplen buruk. Di google kami bintang 5 terus, Bu.” Yah, selalu ada yang pertama kali kan mas Ferdi. Selamat ya atas bintang 2 perdana dari saya. So atas Trip Sailing ini, kesimpulannya monitoring dan koordinasi Eastnesia dengan vendor guide dan vendor driver sangat minus; terlihat dari mereka bertiga salah sebut hotel penjemputan. Begitu juga monitoring atas aktivitas maintenance kapal oleh vendor (AC, tuas shower, jacuzzi), kelengkapan fasilitas (karaoke) dan koordinasi Eastnesia dengan vendor (kru belanja makanan yang terburu-buru) buruk. Good credit saya sampaikan kepada Bang Ucok, guide kami yang totalitasnya luar biasa. Juga untuk chef yang telah memasak makanan2 yang sangat tasty selama 3 hari.Posted on Google CAROLINA AYU4 April 2025Trustindex verifies that the original source of the review is Google. Part 1 Melalui Operator Eastnesia (PIC Ferdi), tanggal 21 Januari 2025 kami (2 kel, 8 orang) booked 2 Private Trips, Desa Waerebo (2D1N) dan Sailing Journey of Labuan Bajo (3D2N). Saya sudah infokan bahwa dalam rombongan ada 1 dewasa yang memiliki penyakit syaraf dan anak usia 9 tahun, shg trekking ke Waerebo akan memakan waktu lebih lama dari biasanya. Private Trip ke Waerebo (Rp 1,8 juta/orang) dimulai tanggal 30 Maret 2025 dan memakan waktu ± 4 jam. Malam sebelumnya, guide sudah menginfokan via wa bahwa kami ber-8 akan dijemput di hotel dengan 2 mobil pada jam 7.45. Keesokan hari, guide dan mobil pertama baru datang jam 8.23, sementara untuk mobil kedua baru tiba jam 9.10. Total keterlambatan hampir 1,5 jam. Setelah titip koper di kantor Eastnesia, mobil berangkat menuju Waerebo. Belum lama kami berangkat dari kantor mereka, kami harus antri isi untuk mengisi bensin mobil kedua di pom bensin (pom bensin sangat jarang di Labuan Bajo), dan antriannya panjang. Jam 10.27, mobil kedua tidak bisa menanjak, hanya bergeming walaupun sudah digas semaksimal mungkin. Dugaan suami kanvas kopling habis. Mobil pengganti baru tiba jam 11.51. Makan siang di rumah makan yang janjinya akan disajikan ikan laut, ternyata hanya ayam goreng yang agak alot, terong goreng dan nasi merah; malah rombongan orang asing yang baru datang setelah kami yang disuguhi ikan bakar. Kami tiba di kaki Waerebo jam 16.30, di mana jika sesuai rencana, kami seharusnya tiba jam 13.30. Perjalanan masih harus dilanjutkan dengan motor 10 menit dan trekking yang normally memakan waktu sekitar 2 – 2,5 jam. Jam 18.00 hutan sudah gelap gulita dan hujan deras turun. Kami hanya mengandalkan senter HP untuk melihat jalan setapak yang sempit dan menanjak. Terdapat 7 post ke Waerebo dan jalan terbuat dari batu dan tanah dengan samping jalan adalah jurang plus 2 spot yang rawan longsor. Karena salah satu dari kami memiliki penyakit syaraf maka perlu 2 orang yang membantu memegangi dan menuntun. Alhasil, trekking baru selesai dalam 5 jam, yaitu jam 21.30 dan kondisi kami sudah sangat lelah, menggigil dan kelaparan. Sahabat saya bahkan sampai menangis karena stres selama di jalan. Atas keterlambatan penjemputan di hotel, saya sampaikan agar Eastnesia mengambil lesson learnt dari insiden ini, misalnya pada Hari H agar memastikan vendor driver telah berangkat ke lokasi penjemputan on time, memastikan vendor driver telah mengisi bensin sebelum penjemputan, dan memastikan vendor driver melakukan perawatan mobil dengan baik (meminta bukti service berkala telah dilakukan). Namun jawaban Eastnesia, “Maaf saya baru bangun tadi (jam 8.49), telat sahur. Bingung juga kadang sudah pesen semua jauh hari tiba-tiba di-cancel di Hari H. Saya yang jelek karena ulah mereka. Soalnya saya engga di Bajo, ngga bisa langsung turun marahin mereka. Biasanya juga aman tanpa perlu ditelepon, biasanya vendor ini bagus, ngga pernah telat”. Atas komplain kondisi trekking ke Waerebo, jawaban Eastnesia adalah “Mohon maaf belum bisa kasih yang terbaik. Untuk Waerebo, trekking gelap memang seperti itu adanya.” Lah, kami trekking di kondisi gelap gulita kan karena Eastnesia ngga monitor penjemputan dan kondisi mobil dengan baik. Bahkan ketika saya tegur Eastnesia atas tanggapan mereka yang ngga menyenangkan ini, jawabannya adalah “Maaf Bu, saya jawab apa adanya. Kalo agen lain, belum tentu dijawab, yang ada gak bakal dia bales wa tamunya.” Dari jawaban itu, saya melihat Eastnesia memiliki mental victim dan menghindari akuntabilitas dengan menyalahkan vendor driver. Saya juga tidak melihat itikad atau respon mereka untuk belajar dan menyiapkan mitigasi jika terjadi insiden serupa ke depannya. Atas kejadian ini, Eastnesia hanya meminta maaf dan menawarkan kompensasi 2 juta, hasil patungan setiap pegawai 250 ribu. Saya sampaikan saya tidak bisa menerima permintaan maaf dan kompensasi, yang keduanya jauh di bawah ekspektasi. Trekking ke Waerebo dengan kondisi kemarin adalah masalah hidup dan mati, di mana saya tidak melihat Eastnesia menangani dan menanggapi keluhan saya dengan serius.Posted on Google IKE7 March 2025Trustindex verifies that the original source of the review is Google. I did two tours with them, one on a ship in Labuan Bajo ⛵️ and the other an overland trip in Sumba 🚗, and both were truly unforgettable! The views are, of course, to die for! But what makes it even better is that the crew on the ship in Labuan Bajo was highly competent, making the entire experience smooth and enjoyable. The guide and photographer on the Sumba overland tour were outstanding! They’re very professional, knowledgeable, and passionate about sharing the region’s history and culture. Everything was perfectly organized, communication was seamless, and I had nothing to worry about. I returned home not only with beautiful memories but also with a deeper appreciation of the local heritage and stunning photos. I highly recommend booking your trip to Labuan Bajo and Sumba with them! 🌺🏝️
Find here the answers to your questions to travel to Komodo
The easiest way is to arrive by plane. Labuan Bajo Airport is where you need to arrive. From Bali, it’s only a 1 hour flight. Check your flights on Air Asia or Traveloka
Since the weather is usually sunny, you will spend most of the stay in bathing suits, so bring even a few of them. You will spend most time on board barefoot, but it’s good to pack some flip-flops and trainers for hikes. Occasionally, it can get a little bit cool in the evenings, so a light top is useful to have. We recommend to use rash-vests as they are a great solution to limit the use of sunblock. Avoid suitcases if possible and try to use soft collapsible bags.
With enough notice vegetarian, vegan, gluten-free, and non-dairy diets can be catered too. Please let us know in advance of all dietary requirements or requests so we can make arrangements. We operate from relatively remote areas so it isn’t always possible to get specific ingredients, but we’ll always do our best to accommodate.
There is one speed boat, life jackets, life rings, VHF Radio, visual and audio signaling devices (flares, horns), GPS, Fire extinguishers, and first aid kit.
We strongly recommend that you travel with insurance as you would for any other holiday.
Tipping in Indonesia is entirely a matter of choice. If your stay exceeded your expectations, you may wish to leave a tip to the crew. They will share it equally between them.
Please contact our Customer Service, we are ready to help you to choose the boat for your trip in Komodo, Text me here